Tuesday, June 19, 2018

PROMO LIBUR LEBARAN & KENAIKAN SEKOLAH

KABAR GEMBIRA!!!
Manfaatkan masa liburan Lebaran dan Kenaikan Sekolah ini dengan mencari tahu :
1. Karakter Dasar
2. Cara Belajar
3. Multiple Inteligence
Dengan mengetahui 3 hal di atas maka kita dapat lebih tepat menentukan arah masa depan kita dengan pemilihan study, jurusan, dan kegiatan2 ekstra lain yang mendukung pengembangan pribadi dan ketrampilan kita sesuai dengan bakat/potensi yang kita miliki.
Ayo segera hubungi : 0818 0245 5119 (telp/SMS/WA) untuk tentukan jadwal yang pas untuk konsultasi dan pengambilan data scan sidik jari Anda...!!!

Ada harga promo lho...buruannn...!!! Hanya s.d 30 Juli 2018...

Friday, December 15, 2017

Perlukah "Pamer Ranking" ?


Bulan Desember adalah penerimaan raport buat para putra-putri  kita. Saya ikut bahagia di hari yang ceria ini buat anda semua. Ijinkanlah saya memberi sudut pandang yang mungkin bermanfaat untuk kita semua.

1. *BERHENTILAH memamerkan ranking puta-putri anda!*
Yang TERPENTING dari Pendidikan itu BUKAN ranking. Hakekat dari pendidikan itu adalah menjadikan anak anda:
• mencintai aktivitas membaca untuk mencari pengetahuan
• bisa berpikir logis
• tahu nilai-2 benar & salah
• mampu mengembangkan bakatnya, dan
• punya semangat juang untuk mewujudkan apa yang dia inginkan secara disiplin & konsisten.

2. *BERHENTILAH anda menjadikan ranking putra-putri sebagai kunci dari keberhasilan !*
Ketika kita menjadikan ranking sebagai bukti keberhasilan pada anak kita, dampak terbesar adalah pada titik itulah kita berfokus. Kenyataannya TIDAK !!
• Saat anak anda mencintai membaca maka mereka menguasai banyak pengetahuan, tidak peduli apakah mereka punya ranking baik atau buruk.
• Saat anak anda bisa bepikir logis maka mereka akan mampu membangun visi dan impian mereka. Visi dan impian mereka itu tidak bisa dinilai per semester atau per semester untuk diperbandingkan antara anak satu dengan anak lainnya.
• Saat anak anda tahu mana nilai yang benar dan mana yang salah maka mereka akan punya integritas
• Saat mereka mengenal bakat mereka yang sesungguhnya maka mereka akan mampu menghasilkan karya dan dedikasi yang terbaik
• Saat anak anda punya semangat juang maka itulah kunci sejatinya kesuksesan hidup.
Dan ini semua tidak bisa diranking. Jika anda fokus pada ranking maka anda akan kehilangan nilai-nilai yang hakiki dalam pendidikan. Kalau anda harus kompromi dengan sistem pendidikan sekolah maka “kompromi” anda adalah, usahakan anak anda SELALU naik kelas dan bergairah menjalani aktivitas sekolahnya. Maknai nilai raport anak anda HANYA sebagai SALAH SATU indikator untuk tahu mana titik lemahnya, mana titik unggul dan progress kerjanya sehingga anda bisa tahu di titik mana anda harus membantu anak anda. Sementara sisanya bantulah anak anda untuk cinta membaca, mampu berhitung secara logis, menemukan bakat/kelebihannya, mengajarkan kejujuran dan punya semangat juang pantang menyerah. Proses pendidikan & pengajaran  adalah proses seumur hidup, tidak adil bagi putra-putri anda hanya dinilai dari ranking yang diperolehnya semester ini atau semester yang lalu.

Rizki Nuansa Hadyan
Psikolog & Pemerhati Dunia Pendidikan 🙏🤗

Thursday, December 7, 2017

6 Hal Penting Pendidikan Anak Usia Dini Menurut Para Ahli


Saat si Kecil memasuki usia pra sekolah, Mam mungkin mulai berpikir untuk mendaftarkannya ke playgroup atau kelompok bermain. Tetapi, apakah Mam sudah memahami tujuan utama memberikan si Kecil pendidikan anak usia dini?

Sebelumnya, Mam perlu mengetahui bahwa sejak tahun 2016, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI mewajibkan setiap anak untuk mengikuti pendidikan anak usia dini (PAUD) setidaknya selama setahun, sebelum masuk jenjang sekolah dasar (SD). PAUD dianggap sebagai tahapan penting bagi perkembangan setiap anak. Prof. Dr. Lydia Freyani Hawadi, Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Nonformal dan Informal (PAUDNI), yang biasa disapa Prof. Reni mengatakan, kegiatan di PAUD dapat memberikan rangsangan atau stimulasi pendidikan yang sesuai dengan tahap tumbuh kembang anak usia pra sekolah.

Pendidikan yang diberikan untuk anak usia 3-6 tahun tidak hanya bertujuan mengenalkan anak pada bidang-bidang pelajaran ataupun melatihnya berinteraksi dengan anak sebaya. Lebih jauh dari itu, PAUD memiliki fungsi utama mengembangkan semua aspek perkembangan anak, meliputi perkembangan kognitif, bahasa, fisik (motorik kasar dan halus), sosial dan emosional. Agar lebih jelas, simak berbagai manfaat yang akan dirasakan oleh si Kecil setelah mendapatkan pendidikan di playgroup atau TK berikut.
Memperkenalkan anak pada dunia sekolah
Pengalaman belajar di PAUD akan membantu anak untuk lebih siap dalam menerima pelajaran formal di bangku pendidikan selanjutnya (SD). Hal ini yang menjadi salah satu alasan UNESCO merekomendasikan setiap anak mendapatkan pendidikan anak usia dini pada usia pra sekolah.
Lingkungan belajar di sekolah tentu berbeda dengan lingkungan di rumah. PAUD dapat menjembatani perbedaan suasana di kedua tempat tersebut. Si Kecil akan belajar berinteraksi dengan anak sebayanya, mengikuti aturan yang ditetapkan di playgroup atau TK, belajar beradaptasi dengan rutinitas, dan sebagainya. Anak yang sebelumnya mendapatkan pendidikan di PAUD sering kali memiliki kemampuan yang lebih baik dalam berkomunikasi saat sekolah. Hal ini dikarenakan ia sudah terbiasa untuk bermain, belajar, hingga makan bersama dengan teman yang memiliki usia sebaya.
Membiasakan anak terhadap kegiatan terstruktur
Meski bukan lembaga pendidikan formal, namun, kegiatan yang diadakan di playgroup atau TK dirancang khusus agar sesuai dengan fungsi pendidikan anak usia dini. Salah satu tujuannya adalah melatih anak agar terbiasa terhadap rutinitas dan kegiatan-kegiatan terstruktur. Misalnya, anak akan belajar berolahraga, berbaris, menyusun puzzle, dan sebagainya.
Mengajari anak untuk disiplin dan mengikuti peraturan
Di rumah, si Kecil tentu terbiasa bermain sesuka hati. Ia juga mungkin sudah terbiasa mengikuti “aturan” yang Mam tetapkan, yang biasanya tergolong lentur dibandingkan “aturan” yang terdapat di luar rumah. Nah, usia pra sekolah adalah saat yang tepat baginya untuk belajar mengikuti pola kegiatan maupun aturan lain di luar rumah. Mengikuti kegiatan pendidikan anak usia dini akan melatihnya beradaptasi dengan lingkungan baru dan peraturan baru. Ia juga akan belajar berbagi, mengantre, menunggu, dan memahami bahwa ternyata tidak semua hal yang ia inginkan bisa ia dapatkan. Dengan begitu, ia tidak akan kaget atau stres saat masuk SD dan harus belajar dalam situasi yang sangat terstruktur dan menuntut kedisiplinan.
Menumbuhkan imajinasi dan kreativitas
Anak usia dini belajar dengan cara bermain. Lembaga-lembaga penyedipendidikan anak usia dini merupakan tempat yang tepat untuk memfasilitasi kebutuhan si Kecil tersebut. Bila si Kecil  belajar dalam  suasana yang menyenangkan, akan lebih mudah baginya untuk menyerap berbagai bimbingan yang diberikan. Selain mempelajari berbagai keterampilan dasar untuk membaca dan menulis, si Kecil juga akan mendapatkan banyak rangsangan yang akan memancing imajinasi dan kreativitasnya.
Menanamkan nilai-nilai positif
Program kegiatan yang diadakan di lembaga-lembaga pendidikan anak usia dini juga bertujuan menanamkan nilai-nilai positif, seperti kejujuran, toleransi, berbagi, dan sebagainya. Pada usia pra sekolah, anak belajar dengan cara bermain. Maka dari itu, kegiatan yang dilakukan di playgroup dan TK dirancang layaknya permainan, meski sebenarnya menyimpan maksud pembelajaran tertentu. Melalui berbagai permainan tersebut, si Kecil akan belajar tentang sopan santun, menghormati orang lain, berbagi dengan orang lain, pentingnya bersikap jujur, dan lain-lain.
Membentuk dasar kepribadian anak
Pada fase golden years, otak anak mengalami perkembangan yang sangat pesat. Pengalaman yang didapat si Kecil di periode ini turut membentuk kepribadiannya dan akan memengaruhi sosoknya hingga kelak ia dewasa. Maka dari itu, Prof. Reni mengingatkan, pendidikan karakter memang sebaiknya dimulai sejak dini. Melalui pendidikan anak usia dini, si Kecil akan mendapatkan berbagai contoh dan kegiatan positif yang akan ia ingat dan praktikkan dalam kehidupannya.
Nah, kini Mam paham bahwa mendaftarkan si Kecil ke PAUD memberikan banyak manfaat. Pastikan pembelajaran yang ia dapat di PAUD selaras dengan yang Mam ajarkan di rumah, ya. Sebab, meski pendidikan anak usia dini berpengaruh penting bagi perkembangan si Kecil, namun, peran Mam dan Pap sebagai pendidik utama bagi anak tetap tak dapat tergantikan.

Sumber:
paud-dikmas.kemdikbud.go.id/segment/19.html
id.theasianparent.com/10-manfaat-anak-sekolah-paud/2/
health.detik.com/read/2013/05/21/182853/2252243/1301/ini-alasan-mengapa-paud-penting-bagi-perkembangan-anak
paud-anakbermainbelajar.blogspot.co.id/2012/11/pengertian-dan-konsep-dasar-paud.html


sumber artikel : https://www.parentingclub.co.id/smart-stories/alasan-si-kecil-perlu-mendapatkan-pendidikan-anak-usia-dini

Tuesday, September 5, 2017

STOP BULLYING !!!


DAMPAK BURUK BERTENGKAR DI DEPAN ANAK

Dlm sebuah rumah tangga yg namanya pertengkaran mungkin saja terjadi. Sedikit selisih pendapat antara suami istri terkadang justru dianggap sebagai bumbu dlm sebuah hubungan. Tapi jika bertengkar tanpa mempertimbangkan waktu & tempat, bisa-bisa akibat yg cukup fatal terjadi.
Berikut ini adalah beberapa dampak yg akan diterima sang buah hati jika kerap melihat orang tuanya bertengkar.
1. Anak akan mengalami trauma.
Jika anak sering melihat Anda & suami bertengkar, mereka bisa meragukan kebahagiaan & kedamaian yg dijanjikan sebuah ikatan perkawinan. Kemungkinan terbesar, jika orang tua tdk menyadari hal ini, anak akan mengalami trauma. Bisa jadi, setelah anak beranjak remaja & dewasa, dia akan malas atau takut menikah, sebab dlm pikirannya untuk apa menikah kalau nantinya selalu diisi pertengkaran.
2. Menjadi individu minder & tidak percaya diri.
Sebab, mendengar orangtua yg disayanginya bertengkar bisa melukai hati anak. Dia pun kerap kebingungan menempatkan posisi di mana harus berada, membela mama atau papa? Perasaan dilematis inilah yg kemudian mengganggu pemikirannya.
3. Mengabaikan norma yang telah dipelajari.
Sebagian besar orang tua pasti mengajarkan anak-anaknya untuk bertatakrama, bertutur halus dan tidak berkata kasar atau kotor. Dengan seringnya menyaksikan adu mulut antar orang tuanya, nilai-nilai yg mereka pelajari akan mulai terabaikan.
4. Prestasi menurun di sekolah atau lingkungan luar.
Seorang anak yang orang tuanya sering bertengkar di depannya akan cenderung tidak percaya diri & mengalami penurunan pada prestasinya. Hal tersebut karena konsentrasinya terpecah dengan ingatan-ingatan tentang pertengkaran orang tuanya.

Nah, dengan mengetahui hal2 di atas, ada baiknya mulai saat ini untuk merundingkan bersama suami bagaimana mengatur strategi saat bertengkar. Jangan sampai karena ego masing-masing, mental dan masa depan si kecil menjadi korbannya.

Oleh: Ariyanti S

TIPS MENERAPKAN DISIPLIN PADA ANAK


Membesarkan anak tidak selalu mudah dan orangtua perlu menggunakan metode yang efektif untuk menangani masalah disiplin anak.
Disiplin yang baik harus melibatkan rasa hormat dan empati dalam mendidik anak Anda.
Anak yang dibesarkan dan diberikan disiplin dengan penuh cinta kasih biasanya akan lebih bahagia, lebih akrab, dan berperilaku lebih baik.
Berikut beberapa tips teknik yang baik dan efektif untuk menerapkan disiplin pada anak:

TIPS #1 : Buatlah hubungan saling menghormati antara Anda dan anak.
Menghormati anak Anda akan menumbuhkan hubungan saling mencintai dan saling percaya.

TIPS #2 : Miliki rasa empati.
Hormati perasaan anak dan ajari mereka untuk menghormati perasaan orang lain juga. Ajak anak berdiskusi dengan menanyakan apa yang akan orang rasakan atas tidakan yang anak lakukan.

TIPS #3 : Kenali usia dan tahapan perkembangan anak.
Memahami tahap perkembangan anak dan mengapa anak-anak berperilaku seperti yang mereka lakukan sangatlah penting.
Misalnya, Anda tidak bisa mengharapkan anak berumur 2 tahun untuk memahami mengenai logika dan alasan. Oleh karena itu, pahamilah kemampuan dan disiplin sesuai tahap perkembangan anak.

TIPS #4 : Ajak anak berbicara dari hati ke hati.
Time in, not time out. Ketika anak berperilaku tidak baik, mereka sebenarnya ingin mengatakan sesuatu. Daripada membuat anak semakin menjauh dari Anda, coba dekati dan tanyakan dengan lembut apa yang sedang mereka rasakan.
Dengan melakukan hal ini, Anda bisa menghilangkan perilaku nakal anak. Anda akan belajar mengapa anak melakukan perilaku tersebut dan apa yang dapat Anda lakukan untuk mengatasinya.

TIPS #5 : Konsisten.
Anak-anak membutuhkan konsistensi terhadap apa yang orangtua katakan kepada mereka. Tindak lanjuti dan berusalah konsisten atas pesan atau nasehat yang sudah Anda sampaikan kepada anak.

TIPS #6 : Mengantisipasi dan mencegah.
Ketahui apa yang bisa memicu anak rewel. Misalnya, jika Anda tahu anak rewel pada waktu tertentu, cobalah untuk menghindari keluar pada saat itu.
Berilah anak makan sebelum pergi ke swalayan atau ke pasar untuk menghindari mereka merengek dibelikan jajanan.

TIPS #7 : Berikan pilihan, namun tetap beri mereka batasan.
Membuat pilihan akan memungkinkan anak merasa dianggap, hingga akhirnya anak akan lebih kooperatif.
Batasi pilihan untuk hal-hal yang Anda anggap bisa diterima, misalnya menawarkan mereka pilihan dua makanan untuk sarapan yang Anda bersedia untuk menyiapkan pilihan mereka.

TIPS #8 : Tekankan konsekuensi apa yang mereka terima bila melakukan suatu tindakan.
Ada konsekuensi yang harus mereka terima terhadap tindakan yang mereka lakukan, misalnya, ” Jika kamu mengambil mainan dari adikmu, maka kamu tidak akan diizinkan untuk bermain di ruang bermain.”
Namun, tidak ada kompromi untuk keselamatan dan kesehatan anak. Jadi tentu Anda tidak akan membiarkan anak membahayakan diri mereka sendiri ataupun orang lain.

TIPS #9 : Tekankan bahwa yang tidak Anda sukai adalah perilaku anak, bukan diri mereka.
Anak-anak sangat sensitif dan mungkin akan merasa bahwa Anda tidak menyukai mereka, jadi tekankan pada anak bahwa perilaku mereka yang tidak Anda sukai.

TIPS #10 : Beri pujian pada anak.
Beri pujian atau pelukan hangat ketika anak melakukan sesuatu yang baik, bukan hanya mengkritik mereka jika melakukan sesuatu yang salah.
Hal ini akan membuat lebih seimbang dalam mengasuh dan menerapkan disiplin pada anak.

sumber : amazine.co